Kepala terasa penat, begitu juga mata yang mulai terasa berat untuk di buka. seteguk kopi yang sudah terasa dingin memaksa mata ini untuk terus terjaga. tik...tik...tik.... suara detik jam yang terdengar melaju begitu cepatnya. " Waduh " kata yang berkali-kali terlontar di mulut ini. keringatpun mulai mengalir, sesekali ku usap tetapi semakin deras rasanya keringat ini mengalir begitu aku lirik jam butut yang aku beli 5.000 di pasar Bratang. tik...tik...tik.... suara detik jam yang terus menggangu ku.Mungkin pengalaman diatas pernah dialami oleh temen2 ketika Deadline pengumpulan tugas yang semakin dekat sedangkan tak satupun tugas yang selesai dikerjakan, rasanya mau pecah kepala ini.
Perasaan lega akhirnya hadir ketika tugas sudah dikumpulkan, walaupun ada juga mata kuliah yang "terpaksa" di lepas, sambil bergumal ataupun mengumpat. "khan semester depan masih dibuka mata kuliahnya, he.. he... he... " begitu kata yang terlontar untk menghibur hati.
Setelah dipusingkan dengan berjubelnya tugas2 kuliah, berita gembira akhirnya datang dari Jurusan. Salah satu Alumni kita yaitu mas Teguh Putra (angkatan 99) memberikan fasilitas bus gratis untuk jalan2. Alhasil Taman Safari Prigen pun diilih sebagai tempat yang paling tepat untuk berlibur sekalian juga menambah wawasan mengenai pengembangan sebuah kawasan. kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh temen2 untuk mengunjungi saudaranya....he...he...he...
Berapa dosen pun menyempatkan diri untuk ikut ke Taman Safari, mereka antara lain : Ibu Hesti, Pak Tigor, Pak Benny, Bu Farida, Pak Pri besertana anak2nya, Bu Mufidah, Bu Titik bahkan Mas Fatik pun hadir. dikalangan mahasiswa ada beberapa dari anak2 HIMA dan juga Alumni.
Melihat satwa liar dan juga pemandangan yang indah telah mencerahkan pikiran kita dari sekian lama bergulat dengan meja gambar dan komputer. beberapa permainan pun di coba, salah atu yang menarik perhatian rekan2 adalah Roller Coaster. "Walah, cuma muter segini aja, kecil. . . . " sombong nya kita ketika mau naik jet coaster yang tidak terlalu besar (tidak seperti di ancol). ketika JetCoaster sudah dijalankan, duk..duk...duk... jantung ini berdedak begitu kencangnya, seakan tubuh ini mau terlempar keluar. satu kali putaran sudah dilewati, dua kali putaran, " kapan ini berhentinya ; ( ", akhirnya saat dinanti-nanti tiba putaran ketiga baru kereta berhenti. waduh . . . . . .
Keluar arena sambil ketawa-tawa " seru...seru.." padahal . . . . . . . . . . ., Para Dosen-dosen pun dibujuk untuk ikut nyoba RollerCoaster, Ibu hesti, Bu Farida, dan bu Titik tergoda oleh bujuk rayu anak2. Bahkan pak Benny, sesepuh arsitektur Untag ikut terhasut cerita anak2.
Senyum Manispun terlontar dari wajah ibu2 dosen kita sebelu kita di jalankan. Akhirnya kereta di jalankan, jeritan2 melengking terdengar meramaikan suasana kawasan permainan tersebut. kereta pun akhirnya berhenti, semuapun langsung tertawa, Wajah pucat dan rambut yang acak2an tersapu angin, "Cukup sekali aja" ujar para dosen.Begitu senangnya kita pada hari itu, seakan-akan tidak ada batas antara dosen dan mahasiswa. kita bisa bercanda dan bermain sama mereka, sungguh suatu hal yang jarang kita bisa lakukan di kampus.
Sepengal cerita diatas mungkin ngak bakalan pernah kita lupain, hari diamana batas antara dosen dan mahasiswa ditiadakan, hari dimana tidak memikiran tugas2 kuliah yang menumpuk, hari dimana kita baru ingat bahwa kita saudara, Keluarga Arsitektur Untag.
Terima Kasih kepada Jurusan yang telah memberikan kesempatan untuk bersama merasakan perjalanan selama di Taman Safari. Terima Kasih juga kepada Mas Teguh Putra atas fasilitas Transportasinya . . semoga selalu sukses dalam karir dan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar